KALTARA

Gempa bumi Guncang Mindanao, Filipina Berpotensi Tsunami, Status Siaga dan Waspada di Sejumlah Wilayah di Indonesia Termasuk Kaltara

NEWS PERBATASAN, Nunukan – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 6.37 WIB. Situasi ini memicu peringatan tsunami bagi sejumlah wilayah di Indonesia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan gempa tersebut berpusat di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia,” ujarnya.

BMKG menetapkan status Siaga Tsunami untuk sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku Utara, yakni Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya berada pada status Waspada Tsunami, termasuk Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Berau, Kutai Timur, Kota Bontang, Kota Tidore, Halmahera, dan Halmahera Utara.

“Bagi masyarakat di wilayah pesisir yang masuk kategori siaga maupun waspada, BMKG mengimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” jelasnya.

Selain berpotensi tsunami, getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Intensitas terkuat tercatat di Kota Morotai dan Halmahera Utara dengan skala IV MMI. Getaran juga dirasakan di Gorontalo Utara dengan intensitas III-IV MMI.

Sementara itu, wilayah Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Gorontalo, Manado, Minahasa, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, Parigi Moutong, dan Palu merasakan guncangan pada skala III MMI.

Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak tsunami, termasuk kawasan pesisir Kalimantan Utara yang mencakup Nunukan, Tarakan, dan Bulungan.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diharapkan segera melakukan langkah-langkah mitigasi dan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat guna menghindari kepanikan serta mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.

“Hingga pukul 7.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo terbesar M6.7,” tutupnya. ( ipa )

Share
Redaksi