

NEWS PERBATASAN, Nunukan – Kebakaran yang menghanguskan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Desa Sekikilan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, mendapat respons cepat dari personel Yonif TP 881/BD. Puluhan prajurit langsung diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.
Wadanyon Yonif TP 881/BD, Kapten Inf Ade Danusyam Yanotama, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 00.55 WITA. Berdasarkan informasi awal dari saksi Fadli dan Gaspar, api diduga berasal dari korsleting listrik di dapur pastoral sebelum menjalar ke bangunan gereja yang berada di sampingnya.
Saat kobaran api semakin membesar sekitar pukul 01.15 WITA, warga berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya. Tim Damkar Kecamatan Tulin Onsoi kemudian tiba pukul 01.20 WITA dan langsung melakukan penyemprotan.
Tidak lama berselang, pada pukul 01.30 WITA, personel Yonif TP 881/BD tiba di lokasi dan segera bergabung dalam operasi pemadaman. Sebanyak 50 personel dikerahkan bersama dua unit mobil tangki air untuk memperkuat upaya pengendalian api.
“Kehadiran personel Yonif TP 881/BD difokuskan untuk membantu pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kapten Inf Ade Danusyam Yanotama.
Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat terdiri dari 50 personel Yonif TP 881/BD, 3 personel Damkar Kecamatan Tulin Onsoi, 4 personel Polsek Sebuku, serta masyarakat setempat. Selain itu, dikerahkan satu unit mobil tangki Damkar, dua unit mobil tangki Yonif TP 881/BD, dan satu unit ambulans sebagai langkah antisipasi.
“Upaya pemadaman gabungan berlangsung selama kurang lebih tiga jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.50 WITA. Situasi selanjutnya dinyatakan aman dan terkendali,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, dua bangunan yakni Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph dan dapur pastoral mengalami kerusakan berat akibat terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, proses pendinginan dan penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwenang. ( gtr )