

NEWS PERBATASAN, Nunukan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mendukung pelaksanaan latihan tempur TNI di wilayah Sebuku dan Sembakung sebagai bagian dari penguatan pertahanan dan keamanan di kawasan perbatasan. Namun, di tengah upaya menjaga kedaulatan negara, pembangunan infrastruktur juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang pertahanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan strategis TNI. Karena itu, ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap upaya TNI dalam memperkuat pengamanan wilayah perbatasan.
Menurutnya, posisi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan aspek pertahanan dan keamanan sebagai hal yang sangat penting.
“Dari 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan, sebanyak 17 kecamatan atau sekitar 80 persen berada di kawasan perbatasan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mendukung kegiatan TNI dalam mempersiapkan dan memperkuat pengamanan wilayah perbatasan,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Nunukan. Peran Pemerintah Pusat melalui TNI tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Itu dibuktikan saat penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kehadiran TNI di wilayah perbatasan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Kolaborasi serta sinergi antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Nunukan harus terus diperkuat. Pemerintah daerah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap upaya tersebut,” katanya.
Baginya, wilayah perbatasan memiliki persoalan infrastruktur yang masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan Kabupaten Nunukan. Sebab, ketersediaan jalan dan jembatan memiliki keterkaitan langsung dengan tiga aspek penting, yakni pertahanan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan infrastruktur yang memadai dapat mendukung mobilitas personel dan logistik pertahanan, memperlancar aktivitas masyarakat, serta membuka akses ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nunukan memiliki kompleksitas tersendiri.
Dengan luas wilayah Kabupaten Nunukan memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari pulau-pulau kecil terluar hingga kawasan pedalaman yang relatif terisolasi.
“Di usia Kabupaten Nunukan yang ke-27 tahun, kondisi dan tantangan infrastruktur kita tentu berbeda dengan wilayah Jawa dan Sumatera. Wilayah kita sangat luas, terdiri dari pulau-pulau kecil terluar dan daerah pedalaman yang terisolasi,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap perhatian Pemerintah Pusat terhadap kawasan perbatasan dapat terus diperkuat, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan pertahanan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
“Akses transportasi yang memadai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan perbatasan tumbuh, berkembang dan semakin kuat sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya. ( Gtr )